 |
| banjir di sampang |
Ratusan kepala keluarga di lima desa dan dua kelurahan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mengeluh kesulitan air bersih setelah dua hari terendam banjir setinggi 50 sentimeter.
Bahkan mereka terpaksa ada yang mengungsi ke rumah warga dan saudaranya yang tidak terkena luapan Kali Kemuning karena tidak mampu menampung kiriman air dari dataran tinggi di Kecamatan Omben dan Kecamatan Kedungdung.
Korban paling parah terjadi di Kelurahan Delpenang, Kecamatan Kota Sampang. Di sini warga harus rela tidur di atas atap rumah karena semalam genangan air tidak ada tanda-tanda surut. Untuk makan malam mereka harus menunggu bantuan dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sampang.
Abdurrahman, warga Jalan Imam Bonjol mengaku, untuk minum saja keluarganya sangat sulit. Aliran air PDAM sudah terkontaminasi air banjir berwarna kecoklatan.
"Kami harus beli air kemasan untuk bisa minum dan cuci muka. Kami benar-benar kesulitan air bersih sekarang," katanya, Minggu (8/4/2012).
Slamet, Ketua Tagan Sampang menjelaskan, anggota Tagana masih melakukan pendataan korban yang sudah menjadi korban banjir sejak Sabtu pagi kemarin. Hal itu untuk memudahkan bantuan kepada mereka.
"Yang bisa kami lakukan semalam hanya memberikan bantuan nasi dan air agar mereka tidak kelaparan," terangnya.
Pihaknya akan mengupayakan bantuan air bersih dan bantuan lainnya seperti kebutuhan bahan pokok juga akan segera disalurkan.
"Kami sudah koordinasi dengan BPPBD Sampang untuk bersama-sama membantu korban agar mereka tidak kelaparan sebab ini kebutuhan yang emergency," tambahnya.
Sampai Minggu pagi tadi, air mulai ada tanda-tanda surut sekitar 30 sentimeter. Aktivitas warga mulai membersihkan sampah kiriman di sudut-sudut rumahnya. Di jalan protokol seperti di Jalan Imam Bonjol, Jalan Rontenga sudah ada mobil yang berani melintas. Namun mobil jenis sedan masih belum berani melintas.